Apa Fungsi Keamanan Data?

Apa fungsi keamanan data? Fungsi keamanan data adalah untuk melindungi data pengguna dari pencurian, penyadapan, serangan siber, phishing atau kegiatan ilegal lainnya. 

Setiap harinya, terdapat jutaan data yang diciptakan, dikirim, dan disimpan menggunakan berbagai jenis perangkat, antara lain komputer, smartphone, dan server.

Dari data personal, data transaksi finansial, data kerja, dan data perusahaan, semua data memerlukan perlindungan agar tidak jatuh ke pihak yang tidak bertanggung jawab.


Keamanan data tidak sekedar menggunakan antivirus atau membuat password yang kuat. Jauh lebih dari itu, keamanan data melibatkan berbagai cara, teknologi, dan standar yang dirancang untuk menjamin kemajuan, akurasi, serta kemampuan penggunaan data tersebut di saat yang dibutuhkan.

Secara umum, keamanan data merupakan suatu usaha melindungi informasi dari akses yang ilegal seperti pencurian data atau perubahan data tanpa izin pengguna. 

Apa Arti Keamanan Data?

Data security atau keamanan data adalah sistem proteksi yang digunakan untuk memastikan bahwa data tersebut memiliki beberapa karakteristik utama:

  • Terlindungi dari akses yang tidak sah.
  • Tidak diubah-ubah secara tak sengaja.
  • Tersedia untuk dimanfaatkan saat dibutuhkan.

Di dalam dunia teknologi informasi, data dianggap sebagai aset yang sangat berharga. Bagi perusahaan, data konsumen, laporan keuangan, strategi bisnis, serta dokumen-dokumen internal lainnya memiliki nilai yang sangat tinggi.

Namun bagi pengguna pribadi, data seperti password, akun media sosial, data rekening, dan dokumen pribadi lainnya harus dijaga dengan baik karena mungkin saja diambil alih dan disalahgunakan oleh orang lain.

Misalkan seseorang tidak bisa lagi mengakses akun email karena password telah diretas. Dalam situasi tersebut, problem bukanlah hilangnya saja, tetapi juga adanya potensi bahaya yang menimbulkan risiko pada data-data yang terhubung dengan email tersebut.

Oleh karena itu, beberapa aplikasi sekarang sudah menggunakan enkripsi End to End untuk melindungi data yang di kirim. Tindakan ini jelas untuk menjaga keamanan data dan untuk mencegah berbagai risiko tersebut.

Mengapa Data Security Diperlukan?

Teknologi telah mempermudah kita, tapi seiring itu muncul juga ancaman-ancaman baru.

Dalam era sekarang ini, tidak hanya korporasi-korporasi besar saja yang menjadi target serangan kriminal dunia maya, namun juga para penggunanya.

1. Peningkatan Data Digital

Setiap kegiatan di dunia maya akan menghasilkan data. Contoh dari beberapa aktivitas yang akan menghasilkan data adalah:

  • Membuat account media sosial.
  • Berbelanja lewat marketplace.
  • Transaksi dengan cara pembayaran.
  • Mengirim pesan via internet.
  • Penyimpanan file di cloud.

Data yang disimpan semakin bertambah, berarti ada potensi penyalahgunaan lebih besar jika tidak diamanatkan.

2. Ancaman Siber Meningkat

Penyerangan siber juga semakin berkembang. Penyokong kejahatan pun menggunakan banyak cara untuk mendapatkan informasi pengguna. Beberapa ancaman yang kerap terjadi sering menimbulkan kerugian.

Korban Data. Korban data di mana pengambilan data dilakukan oleh orang lain tanpa izin.

Korban data dapat digunakan untuk:

  • Penipuan.
  • Pemerasan.
  • Pengambilan data secara illegal.

Ransomware. Ransomware adalah jenis virus komputer yang akan membuat data korban terkunci atau dienkripsi.

Biasanya pelaku menuntut uang sebagai ganti data yang hilang.

Social Engineering. Social engineering adalah teknik penipuan berdasarkan kelemahan manusia.

Misalnya:

Pelaku berkedok bank dan meminta kode OTP karena alasan verifikasi.

Fungsi Keamanan Data

Beberapa fungsi dari keamanan data akan dijelaskan di bawah ini.

1. Mengamankan Rahasia Data

Peran pertama dari keamanan data adalah melindungi data agar hanya bisa diakses oleh pihak yang berwenang saja.

Pengambilan data seperti ini dilakukan misalnya dalam kasus perusahaan. Semua pegawai tidak bisa membuka seluruh dokumen perusahaan tersebut.

Divisi keuangan hanya bisa mengetahui data yang berkaitan dengan keuangan perusahaan. Sedangkan marketing dapat mengetahui data pelanggan yang lain.

Penjagaan data tersebut bisa mencegah terjadinya penyalahgunaan.

2. Mencegah Perubahan Data Tanpa Izin

Selain menjaga rahasia data, fungsi lainnya adalah menjaga agar data tetap aman dan tidak bisa diubah oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Contoh penggunaannya dalam kasus bank. Data transaksi harus dikontrol agar tidak bisa diubah oleh orang lain.

Jika ada perubahan data seperti jumlah transfer dan saldo secara ilegal, tentunya akan berpengaruh besar pada perbankan tersebut.

3. Memastikan Ketersediaan Data

Data yang aman bukan hanya data yang terlindungi dari pencurian, tetapi data yang bisa digunakan saat dibutuhkan.

Contohnya:

Perusahaan mengalami masalah pada servernya. Apabila memiliki backup yang baik, data tetap bisa dipulihkan dan operasional kembali berlangsung.

Ini adalah salah satu fungsinya yang cukup penting untuk memastikan operasional tersebut terjaga.

4. Mengurangi Risiko Kerugian

Kerentanan data dapat menimbulkan kerugian yang cukup besar, baik itu bagi individu maupun perusahaan.

Kerugiannya antara lain:

  • Finansial.
  • Kehilangan pelanggan.
  • Rusaknya reputasi.
  • Operasional terganggu.

Dengan aplikasi keamanan data, risiko tersebut bisa dikurangi.

5. Meningkatkan Kepercayaan Pengguna

Keamanan data juga penting dalam hal membangun kepercayaan.

Contohnya:

Individu akan merasa nyaman dengan jasa perbankan digital apabila dirinya yakin bahwa data finansialnya aman

Demikian juga dengan konsumen, yang pasti akan lebih mempercayai perusahaan yang dapat menjamin privasi data diri mereka.

Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url